Apa Itu Komitmen dan Bagaimana Menerapkannya?
Pertanyaan
Assalamu’alaykum wr.wb.
Isi pertanyaan
Saya adalah lulusan IPB dan sudah memantapkan jalan di bidang usaha dan belum pernah bekerja di suatu instansi manapun. Suami saya seorang karyawan di salah satu maskapai penerbangan, kerjanya shiff dan tidak tetap harinya. Saya bingung untuk mengatur janji dengan teman atau kelompok tertentu (dalam rangka mempromosikan produk). Kadang ketika suami di rumah saya tidak bisa beraktifitas di luar dan ada perasaan nggak enak keluar rumah dalam waktu yang lama, sedangkan suami lebih banyak di rumah. Apa yang sebaiknya saya lakukan untuk bisa mencapai kesuksesan dengan waktu yang fleksibel ini. Apakah bisa orang itu mencapai kesuksesan tanpa komitmen (janji yang tidak ditepati) ? Trima kasih atas jawabannya.
Wassalamu’alaykum wr.wb.
Renny Melfia Afwan
Jawaban
Assalamu’alaykum wr.wb.
Mbak Renny. Masalah anda adalah masalah hampir semua orang yang baru mulai berbisnis. Dan jawaban saya sederhana. Harus ada yang harus dikorbankan. Ini kalimat yang harus digaris-bawahi.
Mbak Renny. Banyak orang ingin memulai usaha dengan kondisi yang ideal. Dalam kasus anda, anda ingin berbisnis tetapi tetap ingin juga menemani suami ketika ia libur. Hal itu bukan suatu hal yang tidak mungkin, tetapi perlu cukup waktu untuk mencapai waktu ideal itu. Awalnya, tentu saja harus ada yang dikorbankan.
Yang mana yang harus dikorbankan? Tentu saja tergantung pada sistem nilai yang anda anut. Jika anda menganggap bahwa menemani suami adalah lebih penting daripada berbisnis, ya dijalani saja. Konsekuensinya, anda akan mengalami kesulitan dalam berbisnis. Mengapa? Menurut saya, bisnis itu bukan hanya soal uang, tetapi lebih pada masalah kepercayaan. Betapa kecewanya mitra bisnis anda, apabila ketika anda sudah berjanji ingin bertemu dengannya, tetapi tiba-tiba anda batalkan karena alasan ingin menemani suami.
Mbak Renny. Sepertinya anda dihantui oleh begitu banyak kekhawatiran, yang menurut saya tidak terlalu beralasan. Benar suami anda bekerja di sebuah perusahaan yang jadual kerjanya sistem shift, tetapi pasti jadual shift itu dibuat sedemikian rupa sehingga tidak mendadak. Biasanya jadual itu dibuat per minggu atau bahkan per bulan. Jadi, sekali lagi menurut saya, anda tidak perlu khawatir dalam mengatur waktu meeeting dengan mitra bisnis anda. Minta saja jadual shift dari suami anda, dan sesuaikan dengan jadual meeting anda.
Atau jika suami anda lebih banyak di rumah, ajak saja dia bertemu dengan mitra bisnis anda. Seharusnya anda berbahagia, karena saat ini banyak perempuan yang suaminya jarang di rumah. Yang anda butuhkan hanya satu, keterampilan mengelola waktu. Anda bisa belajar, dan yang pasti, tidak ada orang yang baru belajar langsung pandai. Yang terpenting, mulai lah.
Beres kan?
Jay, de terrorist
Wassalamu’alaykum wr.wb.
Sabtu,7 November 2009 pada 10:04 AM
informasi yang sangat berharga
Nice Blog.
jangan lupa kunjungi http://kurniafisika.wordpress.com/